cantik syar'i

Tidak Sekedar Cantik, Tetapi Juga Syar’i

BERBICARA tentang cantik, cantik itu relatif. Tidak ada ukuran yang paten dalam menentukan cantik pada diri seseorang perempuan. Tapi yang pasti, cantik itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT yang harus kita syukuri.

Namun sayang, banyak sebagian perempuan yang ingin tampil cantik bahkan berdandan yang berlebihan. Dari segi penampilanpun dibuat modis, dan ada juga nih, perempuan yang merasa sudah cantik dalam segi fisik, tak sedikit dari mereka merasa lebih dari yang lain atau sombong. Hmm…

Coba deh kita pikir, jika cantik wajahmu hanya karena make up or dadanan yang menor, itu pasti akan hilang jika dibasuh dengan air. Dan suatu hari pasti cantik diwajahmu akan menjadi keriput, ketika keriput apa yang akan kamu banggakan dari wajahmu? Janganlah kamu berlaku sombong di dunia ini hanya karena wajahmu yang cantik, kalaupun kamu diberi wajah yang cantik oleh Allah, maka banyak-banyaklah kamu bersyukur.

Dan bagi mereka yang diberi wajah yang kurang cantik tetaplah bersyukur dan tak perlu khawatir. Sebab, cantik atau tidak cantiknya seseorang, tidak menghantarkan kepada takwa dan surganya Allah. lagian Allah hanya melhat dari ketakwaan seseorang. Bukan dari cantiknya fisik.

Ada juga nih perempuan yang mungkin ketika keluar rumah tanpa disadari menggunakan parfum, disaat ingin ke sekolah, jalan-jalan atau ke undangan, kamu sering menggunakan parfum. Bahkan terkadang jika kamu menggunakan parfum yang berlebihan sehingga seluruh ruangan tercium aroma parfummu. Hmm.. sebenarnya bagaimana hukum perempuan menggunakan parfum?

Telah menjadi fenomena dikalangan perempuan bahwa ketika dia keluar rumah menggunakan parfum yang berlebihan, yang wangi parfumnya menjelajahi segala ruangan. Sesuatu yang menjadikan laki-laki lebih tergoda dengan parfum yang menghampirinya.

Wanita tidak dibenarkan memakai parfum atau mewangian. Sabda Rasulullah SAW : “Perempuan manapun yang menggunakan parfum, kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium bau wanginya, maka dia itu seperti seorang pezina” (HR. An-Nasai, at-Tirmidzi, abu Dawud, Ahmad, ad-Darimi, ibn Khuzaimah, ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Islam telah menempatkan wanita pada posisi yang mulia dan tidak mudah dieksploitasi para lelaki. Diantaranya mengatur masalah pakaian, penampilan dan pergaulan. Dalam pandangan Islam setiap larangan Allah terdapat keburukan jika dilakukan dan sebaliknya setiap perintah Allah itu pasti terdapat manfaat bagi manusia. Allah SWT mengatur seluruh sisi kehidupan bukan dalam rangka mempersulit manusia tetapi untuk menyelamatkan manusia.

Banyak alasan wanita yang memakai parfum diluar rumah diantaranya untuk menghilangkan bau badan, padahal banyak cara yang dapat menghilangkan bau badan tanpa harus memakai parfum diluar rumah. Karena menggunakan parfum dan mempercantik diri cukup dipakai dirumah dihadapan suaminya.

Sering sekali kita menyaksikan banyak para wanita yang tabarruj yakni berdandan, memakai parfum ketika keluar rumah. Mereka melakukan itu dikarenakan ingin mempercantik diri. Tanpa sadar bahwa tabarruj itu tidak diperbolehkan. Karenanya seorang wanita juga dilarang menggunakan parfum, mendandani diri dengan pakaian ataupun berhias dengan sesuatu yang dapat menarik perhatian lelaki Muslim. Syariat dengan menyebut perilaku semisal ini adalah Tabarruj (berhias yang berlebihan).
“…. Dan janganlah kamu bertabarruj dengan tabbaruj jahiliyyah terdahulu.”(QS. Al-Ahzab:33).

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menukil pendapat Qatadah yang menyampaikan yang dimaksud tabarruj adalah: “Saat Muslimah keluar dari rumah mereka, lalu mereka berjalan berlenggak lenggok (hingga laki-laki memperhatikannya) dan menggoda.

Imam Mujahid bahkan menegaskan bahwa yang dimaksud tabarruj jahiliyyah adalah: “ketika seorang Muslimah berjalan ditengah-tengah kerumunan laki-laki.”
Ibnu Manzhur dalam lisanul arab mendefinisikan Tabarruj sebagai “wanita yg memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada laki-laki”.

Tabarruj adalah segala perbuatan wanita yang menarik perhatian lelaki. Baik diniatkan ataupun tidak.

Karena itu, tabarruj ini bisa terjadi dengan dandanan wajah, menggunakan parfum, bertingkah genit dan menggoda lelaki dengan ucapan maupun gaya jalan. Atau menggunakan hijab yang tidak sempurna (ketat, transparan, atau menyingkap aurat yang harus tertutup).

Menurut Bukhari, tabarruj adalah tindakan menampakkan kecantikan dihadapan orang lain. Dengan demikian berhias dan mempercantik diri untuk keluar rumah agar terlihat cantik dan mempesona hukumnya adalah haram.

Berhias itu hanya untuk suami ketika dirumah. Berpenampilan diluar rumah yang utama adalah menutup seluruh aurat dan natural. Dibalik perintah dan larangan Allah pasti terdapat hikmah yang besar bagi manusia. Perintah Allah itu untuk ditaati dan larangan Allah untuk ditinggalkan. Itulah konsekuensi keimanan.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sebagai hamba Allah untuk taat kepada semua aturan Allah. Jika Allah melarang tabarruj maka janganlah bertabarruj. Karena kita hanya menginginkan ridho dari Allah swt. Jika kita ingin mendapatkan ridho dari Allah maka tunduk dan taatlah pada Allah.

Tapi hakikatnya, wanita yang cantik adalah wanita yang dia menghiasi dirinya dengan kepribadian Islam. Ia bagai bidadari bumi yang membuat para bidadari di Surga cemburu padanya atas kepribadiannya yang luar biasa.

Rasulullah bersabda: “ Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah” (HR.Muslim).

Dialah teladan bagi orang sekitarnya. Kecantikan yang berasal dari kepribadiannya, menjaga kehormatannya sebagai seorang istri, anak dan perempuan Muslim, berakhlak baik cermin atas segala ketaatan dan ketundukannya pada syariat Allah.

“..Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat:13)

Seorang wanita juga akan dikatakan mempunyai kecantikan jika dia bisa menjaga auratnya, dengan menutup tubuhnya secara sempurna menggunakan kerudung dan Jilbab. inilah kecantikan sejati seorang wanita serta cantiknya wanita dengan tunduk dan taat kepada Allah.

So, jelas sekali bahwa cantik haruslah syar’i. yaitu cantiknya wanita itu hanya dilihat dari ketakwaannya, dan taatnya kepada Allah. Dia menjalankan semua aturan Allah, cantiknya dibalut dengan menutup aurat secara sempurna serta dia akan selalu menjaga dirinya agar menjadi wanita sholehah.

[Pemulis : Minah, S.Pd.I Penulis Buku “Catatan Hati Muslimah Perindu Surga” dipublikasikan pertama kali di https://www.islampos.com/cantik-yang-syari-106383/]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.